bina akrab 2011

09.19 0


“BINA AKRAB DI TANJUNG BAYANG”

OKTOBER 2011, sabtu pagi itu kami mulai berkumpul di halaman Fakultas Dakwah dan Komunikasi.Kami yang saat itu datang cepat, menunggu teman-teman yang lain sembari berfose ria. Saat itu, kami bagai orang berduka.Bagaimana tidak, kostum kami serba hitam-hitam.
            Lama kami menunggu teman-teman yang lain, dan akhirnya kami pun berangkat sekitar pukul 08.30 di antar oleh pak supir si biru yang tua, namun ada pula yang berangkat naik motor, kami pun harus singgah di kampus I untuk menjemput teman-teman yang lain. Sepanjang perjalanan, kami mengobrol dan menikmati pemandangan sekitar kami, hingga akhirnya sampai di Tanjung Bayang Beach…
            Sesampainya di Tanjung Bayang, kami istirahat sejenak, ada pula yang langsung menikmati indahnya pemandangan pantai sambil berfose-fose selagi menunggu Ketua Jurusan (Pak. Mulyadi) untuk pembukaan Bina Akrab ini.
            Sekitar pukul 14.00 Pak. Muliyadi tiba di penginapan dan acara pembukaan pun dimulai, beliau memberi sambutan dan sekaligus membuka acara Bina Akrab, beliau juga membawakan kami teh gelas.Beliau tidak bisa mendampingi kami selama dua hari itu. Kendati demikian, beliau tetap meminta kami menjaga nama baik UIN Alauddin Makassar dan memberi beberapa motivasi.
            Setelah acara pembukaan, selanjutnya acara perkenalan, mulai dari senior yang paling tua sampai kita junior yang paling muda. Disini bisa juga dibahasakan ajang curhat bagi kami, karena selain memperkenalkan diri, kami juga harus bercerita tentang bagaimana kami bisa sampai di KPI dan apa yang menjadikan kami masuk di KPI. Ternyata memang banyak diantara kami yang nyasar alias pilihan terakhirlah KPI itu.Pikiranku kami bak orang buangan saja saat itu.
            Beberapa materi kami dapatkan. Ada hal yang tak bisa juga aku lupakan, dimana saat kelompok sudah ditentukan, malam itu kami di beri makan dua bungkus nasi untuk 4 orang dan air minum hanya segelas aqua, sehingga kami masih merasa lapar dan haus. Saat nasi dan air di depan mata, kami atur strategi. Karena nasi hanya dua bungkus, maka dibagi dua tim untuk menghabiskannya, aku dengan Elsa dan Fadhlan dengan Wawan. Berhubung aku dan Elsa tidak sanggup menghabiskan makanan kami, maka kami meminta Wawan dan Fadhlan untuk menghabiskannya.
Kendati dilarang meminum dan mengambil air tambahan dari persedian kami, namun teman-teman ada yang mengambil air minum persediaannya, bahkan aku pun menikmati air itu.Jelas saja, bagiku air satu gelas tak cukup, apalagi dibagi untuk 4 orang.Saat itu Syamsul yang memberiku air tambahan, kebetulan dia dan kelompoknya duduk di samping kelompokku.
Sebelum tidur ada sedikit kejadian yang tidak mengenakan, tentunya hal yang sudah diatur oleh panitia (aku terbiasa dengan hal-hal seperti itu). Saat kami diperintah untuk tidur, diantara kami malah susah tidur. Ada yang mengobrol, ada yang sms-an kendati jarak mereka dekat, ada yang ….. ada-ada aja,he
Kira-kira sekitar pukul 02.00 malam, kami dibangunkan dan mulai di… rasanya kaya ospek aja. Kesalnya saat di pos pemberangkatan, gara-gara fha tahu tanggal lahir Fadhlan, fha diejek-ejek terus sama kak.Alim dan kami diintrogasi “apakah kami pacaran?”… pos selanjutnya kami disuruh duduk santai di pasir sembari menikmati ombak yang datang dan pergi silih berganti, kemudian dibariskan dan ditanyai ini dan itu. Pos 2 mungkin adalah pos yang menjijikan, berkumur-kumur dengan air yang sudah diludahkan dari kumur-kumur teman yang lain dan meludahkannya pada tempat yang sama, kemudian silih berganti mengemut permen. Saat itu Elsa adalah orang yang paling ogah dan banyak berdalih pada senior. Pos 3, fha serasa dihakimi saja. Kak.Irna, kak.Anzar dan kak.Nurdin mengelilingi fha seraya menyanggah pernyataan fha dengan nada yang… tak mengenakkan hati. Pos terakhir kami mendapati sekretaris umum HMJ yang tinggi besar, kelihatan sangar tapi ternyata baik, yupz, kak. Bustan, pecinta korea ini tidak terlalu menyulitkan kami. Maka akhir pos ini adalah awal kami di persatukan secara resmi sebagai anggota KPI.
            Seusai melalui pos-pos yang telah dirancang panitia, ada hal yang tak pernah fha dapati dan tak pernah fha saksikan dengan mata telanjang selama hidup fha. Apa itu? Kejadian yang tak mungkin fha lupa, ketika kak. Leha dan Ira tak terkendali. Tapi untuk menenangkan hati yang sebenarnya saat itu kaget, fha dan teman-teman tak ingin menontoni kejadian itu, kami malah siap siaga mengantri di depan wc untuk membersihkan diri agar kami dapat shalat subuh tepat waktu.
            Mau tidak mau, saat mentari menampakkan teriknya, saat badan tlah bersih dari pasir yang menyelimuti pakaian, kami harus kembali memakai pakaian basah itu dikarenakan ada games yang tlah disiapkan oleh panitia untuk kami para MaBa. Seru..abiz, saat itu terbagi menjadi 3 kelompok, fha satu kelompok sama fadhlan, uny, wawan dan iccang, nama kel;ompok a
Kami adalah “putu cangkiri” dengan yel-yel lagu dari ayu tingting.Aga itu? Begini liriknya…
Bina akrab 2 hari, oh indahnya
Bina akrab 2 hari, buatku deg-degan
Walau 2 hari, akan slalu ku kenang
Slama-lamanya….(by fha_cute)
Ada pula kelompok putu kacang(elsa cs) dan bunglon(wahyu cs), games yang kami lewati takkan fha lupa, terutama pada games yang tutup mata, sungguh… terlalu lucu untuk dilupakan. Setelah games kami seru-seruan main air laut dan foto-foto, serasa tak ada sekat bagi kami, antara senior dan junior semua berbaur jadi satu kesatuan, KPI di hati(eh salah, KPI di Tanjung Bayang).
            Serangkaian acara bina akrab pun tlah usai, kami pun menutup acara bina akrab dengan suka cita(apalagi yang jadi mcnya orang cute,hehe ‘puji ale’). Dan kami pun pulang ke rumah or kos masing-masing.
            Itulah kenangan bina akrab 2011…


puisi

09.05 0


kemegahan kampus hijau…
membuka lembaran baru
kini kakiku berpijak di gerbang penuh cita
mengejar mimpi, meraih asa
                   masa putih abu-abu kini berlalu
                   menjadi kenangan lebih tinggi
                   dulu sekolah, kini kuliah
                   dari siswa menjadi mahasiswa
goresan apa yang kan tertuliskan..
akankah menjadi asing di tengah keramaian
ataukah melukiskan warna pada lembaran putih
ya, aku datang menjemput cita 
menembus langit peradaban
tuk meraih bintang impianku                                  
                                                                                                        by CAP
coretan..

coretan..

08.48 0


Lingkungan Baru,
Suasana Baru
Memasuki lingkungan baru or suasana baru biasanya kita agak gugup dan tiba-tiba jadi pendiam kecuali yang emang pendiam, kadang juga kita salting dan malu-malu bertanya juga gak tau mau ngapain atau harus ngapain(bener gak?)
Ya, tentu saja di lingkungan yang baru seperti saat kita baru memasuki kampus sebagai MABA alias Mahasiswa Baru, pasti kita merasakan suasana yang baru, suasana yang berbeda dari sebelumnya. Dimana kita akan mendapatkan banyak hal yang baru dan banyak karakter yang akan kita hadapi, tentunya yang lebih WAW dari sebelumnya(beda-lah, dulunya sekolah sekarang ngampus, dulunya siswa sekarang jadi mahasiswa, dulu pake seragam sekarang?warna-warni).
Dalam menghadapi lingkungan atau suasana baru tentunya kita harus bisa beradaptasi dengan baik. Jangan sampai kita menjadi orang yang terasingkan di tengah keramaian. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa beradaptasi dan tidak risih dengan lingkungan atau suasana baru?
Pertama, kita harus mengamati sikon. Kita harus mengetahui bagaimana situasi dan kondisi yang ada di lingkungan baru kita, sehingga kita bisa menyesuaikan bagaimana seharusnya kita.
kedua, mulailah menyapa orang yang ada disekitar kita. Ketika berada di lingkungan atau suasana baru biasanya kita kaku dan malu untuk berkenalan dengan orang lain, sehingga jika kita sendiri akhirnya kita sibuk dengan kesibukan sendiri dan kesepian karena bengong sendiri. Hindari jadi orang yang disapa, tapi jadilah orang yang menyapa.

ketiga, jangan malu bertanya. Jika kita membutuhkan informasi yang perlu kita ketahui atau yang kita butuhkan, kita harus berani bertanya kepada orang yang ada disekeliling kita. Jangan sampai kita sesat di jalan gara-gara malu bertanya.
                Nach, mudah-mudahan kiat beradaptasi di lingkungan or suasana baru di atas bisa bermanfaat.
Good luck^_~
by CAP
 

coretan tangan

coretan tangan

06.33 0


“Saat Ayahnya Tiada”
Rabu, 19 Desember 2012
Hp fha berdering sejak pukul 03.30an, namun fha tak menyadarinya, karena hpnya di silent dan berada jauh dari tubuh fha. Akhirnya pukul 04.30an saat fha terbangun, hp yang berdering itu bisa fha lihat. Ternyata yang menelpon adalah kak.Dijah. Ada apa gerangan ia menelpon jam segini(gumaman fha dalam hati saat itu), fha langsung terima telpon itu, kak. Dijah memberi kabar bahwa ayah Anti meninggal dunia. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Setelah menerima telpon dari kak. Dijah, fha langsung sent all ke teman-teman mengenai kabar duka ini, dalam hati fha berpikir bagaimana caranya supaya kami bisa ke Takalar sementara kuliah kami hari itu padat, fha sempat sms lhia akan hal ini.
Fha telpon keti wawan, meminta izin untuk menghubungi ibu, rosmini agar masuk pada hari kamis, diskusinya di panel saja. Saat fha telpon bu. Ros, hpnya tak aktif, fha langsung berinisiatif menelpon Ummi, meminta ia ke rumah bu. Ros untuk melakukan negosiasi supaya kami dapat berangkat ke Takalar. Akhirnya Ummi memberi kabar, bahwa bu. Ros juga sedang ada di rumah sakit menunggui adiknya dan kemungkinan tidak masuk, kami pun merencanakan secepatnya berangkat ke Takalar.
Setelah kami kumpul di kampus dan uang untuk santunan terkumpul, kami pun berangkat menuju Takalar dengan di pandu kak.Sule yang tahu lokasi rumah duka.
Sesampainya di rumah duka, kami langsung bergegas melihat jenazah almarhum sembari mendo’akannya.Haru memenuhi rumah duka.
Rabu, 19 Desember 2012 sekitar pukul 03.00an ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya.Betapa pilu hatinya, kehilangan pasti.Seorang ayah yang meninggalkan anak bungsu dan satu-satunya perempuan, sulit pasti baginya untuk melepas kepergian yang disayanginya. Namun itulah yang terbaik dan ketetapan dari Sang Pencipta, seperti dalam firmannya: “setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. Ya, tak terkecuali kita semua. Anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua, semuanya akan kembali kesisi Sang Pencipta, kita semua sedang mengantri menghadapNya, hanya saja kita tak tau kapan waktu itu tiba.
Pada setiap kejadian ada pelajaran bagi kita. Kematian merupakan teguran dan pengingat bagi kita, sejauhmana persiapan kita jika giliran kitalah selanjutnya yang akan menghadapi maut?sudahkah kita menjadi anak yang berbakti pada orang tua kita, sudahkah kita membahagiakan mereka, syukurkah kita terhadap orang tua kita???
Kematian ayah Anti mengingatkan fha, mungkin juga kepada kita semua terhadap ayah-ayah kita di rumah. Fha juga teringat lirik lagu nasyid dari Nahawan yang berjudul AYAH.
Ayah..
Engkau mendidikku
Untuk menjadi, anak yang shaleh
Ayah…
Engkau mendidik ibuku
Untuk menjadi, khadijah yang baru
Tetes keringat membasahi wajahmu
Kucuran air hujan membasahi pipimu
Terik mentari menyengat pada dirimu
Semua itu tuk hidupi keluargamu
Dialah yang amanah Ilahi
Dia jua yang membina keluarga
Karna ia menjadi pemimpin(Nahawan)
Betapa besar pengorbanan ayah terhadap kita, bahkan ia tak menghiraukan panas, dingin, hujan dan terik mentari yang ia rasa, ia hanya memikirkan bagaimana membuat kita nyaman dengan apa yang ia upayakan, bagaimana kita merasa tentram, ia berusaha sekuat tenaga untuk menghidupi kita. Sementara kita hanya menikmati hasil instan saja.Pernahkah kita merenungkan betapa besarnya pengorbanan ayah kita untuk menghidupi kita, membiayai kuliah kita. Apakah dengan pengorbanan ayah itu, sudahkah kita belajar dan kuliah dengan baik?sudahkah kita memanfatkan waktu yang ada untuk senantiasa beraktifitas yang akan membahagiakan orang tua kita?apakah kita selalu mendo’akan mereka sebagaimana mereka tak henti-hentinya mendo’akan kita?syukurkah kita terhadap orang tua kita?
Mari kita sama-sama beristighfar jika sekiranya lisan kita mungkin pernah melukai sanubari orang tua kita.Mari sama-sama beristighfar jika mungkin ada tingkah laku kita yang tak berkenan di hati orang tua kita.Mari sama-sama beristighfar jika mungkin prasangka kita menyinggung perasaan orang tua kita. Dan mari kita sama-sama bersyukur atas segala kenikmatan yang diberikan oleh Allah swt. Serta mari sama-sama kita mendo’akan orang tua kita.
Mari kita sama-sama ingat bahwa “ridha Allah ada pada ridha orang tua dan murka Allah ada pada murka orang tua”. Maka mari kita sama-sama berusaha mencari keridhaan itu. Birrul walidain, pasti bisa!!!


Al Ghazali bertanya pada muridnya “apakah yang paling dekat dengan kita?
Para murid ada yang menjawab “orang tua”, “sahabat”, “istri”,dan lain-lain
Al Ghazali membenarkan jawaban muridnya, tapi ia kemudian berkata”yang paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN
            Setiap yang bernyawa akan merasakan mati, itu jelas dalam firman Allah QS Ali Imran ayat 185
“tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(QS Ali Imran:185)
              Entah kapan dan dimana, saat rasa muncul. Ia memang tak mengenal ruang dan waktu, bahkan ia bias menyejukan tapi kadang menggersangkan, mengharukan tapi kadang menyedihkan, menguatkan tapi kadang melemahkan, tenang tapi kadang menggoyahkan, manis tapi kadang pahit. Ya, orang selalu bilang ia berjuta rasanya.
debur debu.. panas.. setelah itu tak ada hal lain .. dilangit
gerimis.. tapi aku merasa gerah sejauh jangkau padang…
muara menyempit
delta mengerut
hutan lindap
daratan kelabu
lalu laut, seluas langit datar,tetap, tak terhingga dan birunya mendebarkan
namun terkadang aku menggigil kedinginan saat mentari terik melintang
seperti itulah saat aku merindukannya..